Intercultural Communication: Skill Wajib buat Kamu yang Ingin Berkarier di Dunia Internasional

Intercultural communication dalam hubungan internasional


Kalau kamu bercita-cita berkarier di lingkungan internasional entah di kedutaan besar, organisasi internasional, perusahaan multinasional, atau NGO global ada satu skill yang sering diremehkan padahal krusial banget: intercultural communication, alias kemampuan berkomunikasi lintas budaya.

Kenapa Intercultural Communication Itu Penting?

Dari pengalaman saya sendiri saat magang di KBRI Wellington, saya belajar satu hal penting: paham bahasa asing saja ternyata tidak cukup. Cara orang menyampaikan penolakan, bercanda, memberi kritik, bahkan basa-basi kecil, ternyata bisa sangat berbeda antarbudaya. Salah tafsir sedikit saja, komunikasi profesional bisa jadi kaku atau bahkan menyinggung tanpa sengaja.

Beberapa hal yang biasanya jadi tantangan lintas budaya di lingkungan kerja internasional:

  • Gaya komunikasi langsung (Direct Communication) vs tidak langsung (Non Direct Communication). Budaya Barat cenderung low-context (to the point), sementara banyak budaya Asia lebih high-context (tersirat, perlu membaca situasi).

  • Perbedaan cara memberi kritik atau menolak. Apa yang dianggap tegas di satu budaya, bisa dianggap kasar di budaya lain.

  • Norma hierarki dan formalitas. Beberapa budaya sangat menekankan senioritas dan gelar, budaya lain justru lebih egaliter dan santai. Contohnya pada budaya Jepang dan Korea Selatan, Senioritas di dunia pekerjaan sangat hierarki dan wajib di patuhi.

  • Bahasa tubuh dan kontak mata. Isyarat non-verbal yang dianggap sopan di satu negara, bisa dimaknai berbeda di negara lain.

Bagaimana Cara Melatihnya?

Kabar baiknya, intercultural communication ini bisa dilatih. Beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:

  1. Perbanyak jam terbang atau pengalaman langsung di lapangan, Lewat magang, pertukaran pelajar, atau education trip ke luar negeri.

  2. Belajar dasar komunikasi lintas budaya dari sumber tepercaya, termasuk memahami prinsip dasar komunikasi efektif secara umum sebelum masuk ke konteks lintas budaya yang lebih spesifik soal ini bisa dipelajari lebih lanjut dari sudut pandang ilmu komunikasi di blog Faris Yudza Ghifari, yang banyak membahas seluk-beluk komunikasi dan penulisan secara mendalam.

  3. Amati, jangan asumsikan, Sebelum menilai perilaku seseorang sebagai "aneh" atau "kasar", coba pahami dulu konteks budayanya.

  4. Bangun cultural intelligence secara bertahap, semakin sering berinteraksi lintas budaya, semakin peka kita membaca situasi tanpa harus selalu bertanya.

  5. Background Checking, Terakhir adalah Ilmu yang tidak akan pernah ada di bahasan akademis manapun, ilmu ini saya pelajari ketika bekerja di Kementerian Luar Negeri dan belajar langsung dari Ibu Retno Marsudi dan Pak Dubes Al-Busyra Basnur, yaitu pelajari background lawan bicaramu , sebelum kamu bertemu dengan lawan bicara atau orang-orang penting yang akan di temui, dengan begitu, pembicaraan akan lebih lancar dan cepat di terima di berbagai kalangan (background checking)

Skill ini juga erat kaitannya dengan konsep soft power yang pernah kita bahas sebelumnya karena pada akhirnya, kemampuan membangun hubungan baik lintas budaya adalah bentuk nyata dari daya tarik personal yang membuka banyak peluang kerja sama internasional.

Buat teman-teman yang serius ingin berkarier di dunia internasional, jangan cuma fokus pada kemampuan bahasa asing saja. Latih juga kepekaan lintas budaya, karena skill inilah yang sering jadi pembeda antara profesional yang sekadar "bisa kerja" dengan yang benar-benar dipercaya membangun relasi jangka panjang di level global.

Terimakasih, semoga bermanfaat.


Muhammad Fauzan Alimuddin
Muhammad Fauzan Alimuddin Website yang Berisi tentang informasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuan hubungan internasional, isu internasional, dan sharing knowledge segala hal yang berhubungan dengan Hubungan Internasional. Fokus utama website ini adalah pembahasan mengenai (Diplomasi, Diplomasi Publik, Gastrodiplomasi, Diaspora, Magang dan Kerja di INGO tetapi tidak menutup kemungkinan fokus hubungan internasional lain juga dapat dibahas pada website ini) Kami juga menerima tulisan atau Opini dari kalian dan apabila ada yang ingin menjadi Kontributor untuk website ini, Silahkan menghubungi admin website ini. Terimakasih

Posting Komentar untuk "Intercultural Communication: Skill Wajib buat Kamu yang Ingin Berkarier di Dunia Internasional"