Turut Berduka Cita Atas Matinya Solusi Perdamaian Israel & Palestina - Hubunganinternasional.com | International Relations
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Turut Berduka Cita Atas Matinya Solusi Perdamaian Israel & Palestina

 



        Telah hadir sebuah konflik abadi dan paling tragis yang belum terselesaikan di dunia ini, konflik yang hadir setelah perang dunia kedua dan telah terjadi selama beberapa dekade kebelakang,dan memperlihatkan perjuangan sengit antara dua negara yang bersangkutan, yaitu palestina dan Israel, akar permasalahan ini terjadi sejak zaman alkitab, tapi yang tercatat dalam sejarah modern adalah sektar tahun 1800an, dan perlu diketahui Ini adalah kekacauan yang rumit, tetapi pada satu tingkat ,kekacauan ini sangat sederhana.

“Ini adalah konflik tentang wilayah, sesederhana itu,” kata Dr Gil Merom, pakar keamanan internasional dari University of Sydney kepada SBS News.

Saat ini yang dibutuhkan oleh palestina dan Israel adalah sebuah wilayah geografis yang terletak di antara laut mediterania dan juga sungai Jordan, tetapi jika dilihat melalui platform google maps, wilayah ini saat ini telah menjadi bagian dari Israel. Terdapat kota yerussalem yang diangap suci bagi kedua negara ini.

Kelihatannya sederhana, namun faktanya konflik antara palestina dan Israel menimbulkan banyak masalah pelik, seperti dimana perbatasan Israel dan palestina, atau bagaimana keadaan penduduk palestina yang saat ini rumahnya di kuasai oleh Israel, bisakah kembali seperti semula dan berbagai pertanyaan yang ingga sekarang belum kita temukan jawabanya.

Solusi dari Amerika?

        Saat ini dunia sudah tidak lagi memikirkan nasib konflik Israel palestina, hanya amerika serikat yang menawarkan sebuah solusi , meski solusi tersebut terlihat condong menguntungkan Israel, dengan terbunuhnya solusi perdamaian antar dua negara ini akankah perdamaian palestina dan Israel yang diimpikan akan tercapai?

Pada satu waktu, presiden amerika serikat kala itu Bill Clinton mengundang perdana menteri Israel kala itu Ehud barak dan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat ke pertemuan puncak perdamaian di Camp David, dalam upaya berani untuk menyelesaikan salah satu konflik terpanjang di zaman modern ini.

    Jauh dari titik temu dan kesepakatan yang diharapkan, KTT tersebut tidak dinilai sebuah kegagalan, kerangka kerja yang diciptakan saat itu dinilai menjadi fondasi atas “parameter perdamaian” yang Clinton ciptakan, Juga menjadi penyampaian solusi dua negara yang paling adil dan realistis yang pernah dibuat. Tapi, Mengapa tidak ada hasil yang didapat? 

Karena ternyata hal luar biasa yang disebut parameter Clinton nantinya sebagian besar permukiman Israel akan dibongkar, untuk menciptakan negara Palestina yang mencakup 100 persen Jalur Gaza dan 97 persen Tepi Barat. Dan Wilayah itu akan ditransfer dari Israel, dengan imbalan tanah yang diberikan Palestina di Tepi Barat. 

Negara palestina akan mencangkup bagian arab di yerussalem yang juga menjadi ibukotanya, sedangkan yahudi akan menjadi ibukota Israel, tentu membuat sebuah hal yang baru dan menjadikan kedua negara itu bersebelahan. Nantinya pengungsi palestina akan dapat memilih untuk kembali tanpa batasan ke negara barunya, dan kembali ke negara Israel dengan pembatasan dapat dikatakan sebagai bagian dari skema reunifikasi keluarga nampaknya, dan beberapa kesepakatan lainnya, Lalu adapula seorang negosiator Israel yang ingin mengartikan parameter ini sebagai sebuah penyelesaian resmi terhadap permasalahan ini, nyatanya menurut pihak Israel itu menjadi kesepakatan yang sangat baik bagi palestina.


Penolakan Parameter Clinton

        Namun dengan lugas palestina menolak parameter tersebut , dengan alasan bahwa mereka seharusnya tidak dibatasi untuk bernegosiasi di masa depan, selama upayapaling akhir dalam tujuan mencapai kesepakatan bersama di mesir, seorang negosiator asal palestina mengakui bahwa Arafat tidak lagi tertarik dengan tawaran itu, itu sangat menghancurkan , dan konsekuensinya telah diderita rakyat palestina di setiap harinya.

Sejatinya sepanjang sejarah, negara negara tertindas telah mencapai pembebasan saat ini bukan karena mengambil langkah mereka sendiri, tapi sebaliknya, mereka  telah melakukan kombinasi kebijakan yang sangat baik, keberanian yang tinggi dan pengendalian negara yang bersifat futuristik, emansipasi mereka bertumpu sekali dengan kemampuan berdiplomasi, keuletan dan kompromi

Turut berduka cita atas hilangnya solusi dan jalan tengah antar kedua negara tersebut, bagaimanapun solusi yang terjadi di masa depan akan muncul buka dari proses perdamaian yang tertib tentunya, melainkan dari kekacauan, sulit untuk kita prediksi.


Mungkin saja ini semua akan menjadi sebuah aneksasi sepihak. Bisa jadi kekerasan tiba-tiba dari Israel di bagian tepi barat, atau bisa pula jadi konflik langsung, ini merupakan hukum konsekuensi yang tak diinginkan.


Penulis:Zufar Al Faruqi

Hubunganinternasional.com
Hubunganinternasional.com Website yang Berisi tentang informasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuan hubungan internasional, isu internasional, dan sharing knowledge segala hal yang berhubungan dengan Hubungan Internasional. Fokus utama website ini adalah pembahasan mengenai (Diplomasi, Diplomasi Publik, Gastrodiplomasi, Diaspora, Magang dan Kerja di INGO tetapi tidak menutup kemungkinan fokus hubungan internasional lain juga dapat dibahas pada website ini) Kami juga menerima tulisan atau Opini dari kalian dan apabila ada yang ingin menjadi Kontributor untuk website ini, Silahkan menghubungi admin website ini. Terimakasih

2 komentar untuk "Turut Berduka Cita Atas Matinya Solusi Perdamaian Israel & Palestina"

  1. Balasan
    1. Terimakasih Sudah membaca artikel di Hubunganinternasional.com silahkan bantu sebarkan bro

      Hapus