Profesi Diplomat Indonesia di Luar Negeri, Ini Tugasnya - Hubunganinternasional.com | International Relations
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profesi Diplomat Indonesia di Luar Negeri, Ini Tugasnya




Profesi diplomat terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang memiliki reputasi bergengsi. Diplomat merupakan seseorang yang secara resmi ditunjuk untuk melakukan serangkaian diplomasi. Aktivitas diplomasi tersebut dilakukan di suatu negara maupun organisasi internasional. Profesi yang satu ini memang sudah ada sejak lama di Indonesia.

Seorang diplomat memiliki tugas penting dalam membawa pesan. Terutama dari pemerintah negara asal diplomat kepada bangsa lain. Bila melihat dari sejarahnya, kata diplomat asalnya dari bahasa Yunani. Makna awalnya yaitu pembawa dokumen penting. Yang dimaksud dengan dokumen yaitu berkasi legalisasi atas posisinya dalam membawakan pesan.

Namun, pada peristiwa sejarah tercatat perwakilan diplomatik pertama sudah ditemukan pada abad ke XV di negara Italia. Sementara itu, jika melihat perkembangannya di tanah air baru pada tahun 1947. Profesi ini di Indonesia secara resmi berada di bawah kendali Kantor Urusan Indonesia.

Tempatnya sendiri berada di beberapa Negara, seperti Singapura, New Delhi, dan Bangkok. Ketiga negara tersebut resmi menjadi tempat para diplomat untuk pertama kalinya. Tidak hanya itu, fungsinya untuk menembus blokade ekonomi Belanda terhadap pemerintahan Indonesia kala itu. Kantor tersebut dikenal dengan Indonesia Office.

Tugas yang Dimiliki dari Profesi Diplomat

Seorang diplomat memiliki tugas yang harus dilaksanakan. Terdapat lima poin penting yang perlu diperhatikan oleh seorang diplomat. Tugas pertama seorang diplomat adalah representing. Tugas ini secara sederhananya adalah mewakili pemerintah dan negaranya. Misalnya dalam pertemuan resmi maupun acara keseharian. Bisa juga diartikan sebagai juru bicara.

Tugas kedua profesi diplomat adalah promoting. Diplomat juga memiliki kewajiban mempromosikan produk unggulan negaranya sebagai bentuk investasi. Tujuannya adalah meningkatkan hubungan perdagangan. Termasuk mengenai masuknya sebuah investasi dari negara lain. Ketiga yaitu tugas protecting atau melindungi kepentingan negaranya. Dalam hal ini diplomat bertugas mengoptimalisasi prioritas negaranya.

Hal ini juga berlaku jika kedua negara mengalami konflik. Tugas diplomat haruslah melindungi kebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah pusat, Sehingga kebijakan tersebut dapat berjalan optimal dan sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu prioritas protecting yaitu melindungi warga indonesia yang bermukim di luar negeri dalam hal ini Diaspora Indonesia. Tugas keempat yaitu negotiating atau negosiasi. Artinya setiap diplomat terlibat dalam segala bentuk proses negosiasi untuk memperjuangkan kebijakan luar negeri Negara atau biasa kita sebut foreign policy.

Tujuannya adalah untuk menekankan segala hal yang menjadi prioritas negara. Tugas kelima yaitu reporting atau melaporkan. Meskipun semua tugas sudah dijalankan namun seorang diplomat perlu melaporkan setiap perkembangan ke pemerintah asal. Laporan tersebut berisikan pengamatan dari setiap kejadian yang terjadi di negara akreditasinya. Pengalaman saya ketika melakukan magang di KBRI Wellington, New Zealand saya sempat membantu tugas ini dalam bentuk reporting ke pejambon atau Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Wawasan Profesi Diplomat

Seorang diplomat tidak hanya menjabat sebagai pembawa pesan dari pemerintah asalnya saja. Profesi tersebut harus ditunjang dengan wawasan yang luas. Tujuannya adalah agar merealisasikan setiap tugas yang diberikan oleh pemerintah pusat. Beberapa wawasan biasanya diberikan pada waktu perkuliahan. Sementara wawasan tambahan diperoleh saat menjadi diplomat.

Wawasan pertama yang harus dikuasai oleh seorang dengan profesi diplomat adalah perihal politik. Hal ini mengacu pada fungsi dari diplomasi yang sudah dikenal. Diplomasi dilaksanakan demi menjalin sebuah hubungan internasional yang saling menguntungkan. Termasuk pada bidang politik luar negeri. Dengan begitu, seorang diplomat dapat bernegosiasi.

Wawasan kedua perihal isu terkini yang sedang terjadi. Seorang diplomat diharuskan memiliki wawasan yang luas terutama soal isu di dalam maupun luar negeri. Hal ini juga berkaitan dengan negosiasi yang akan dilakukan. Terutama jika terjadi konflik yang melibatkan warga negara asal.

Pada dasarnya, profesi yang melibatkan hubungan internasional selalu memiliki rangkaian tugas pokok besar. Seperti halnya diplomat yang memang ditugaskan berada di luar negeri demi kepentingan negara asal. Profesi diplomat di Indonesia hingga kini menjadi salah satu pekerjaan yang diminati dengan tugas-tugasnya.

Sebenarnya wawasan yang di sebutkan diatas terlihat terlalu serius, saya teringat ketika di kelas sewaktu menempuh pendidikan S1 Hubungan Internasional, saya sempat di ajari oleh seorang dosen yang berprofesi sebagai diplomat karir dan beliau duta besar yaitu Duta Besar Ramli Saud, saya tidak bisa melupakan perkataan beliau yang mendefinisikan wawasan diplomat itu begitu luas seperti mengerti perempuan tanpa harus menjadi perempuan dan mengerti dunia teknik tanpa harus menjadi engineer. Artinya diplomat yang berwawasan luar tidak harus menjadi seorang ahli di bidang tersebut tetapi mengerti dan tahu mengenai dunia tersebut.

Hubunganinternasional.com
Hubunganinternasional.com Website yang Berisi tentang informasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuan hubungan internasional, isu internasional, dan sharing knowledge segala hal yang berhubungan dengan Hubungan Internasional. Fokus utama website ini adalah pembahasan mengenai (Diplomasi, Diplomasi Publik, Gastrodiplomasi, Diaspora, Magang dan Kerja di INGO tetapi tidak menutup kemungkinan fokus hubungan internasional lain juga dapat dibahas pada website ini) Kami juga menerima tulisan atau Opini dari kalian dan apabila ada yang ingin menjadi Kontributor untuk website ini, Silahkan menghubungi admin website ini. Terimakasih

Posting Komentar untuk "Profesi Diplomat Indonesia di Luar Negeri, Ini Tugasnya "