Sejarah Perjanjian Westphalia dalam Hubungan Internasional - Hubunganinternasional.com | International Relations
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Perjanjian Westphalia dalam Hubungan Internasional

Perjanjian Westphalia


Sejarah Perjanjian Westphalia
Source: https://www.yournoteslibrary.com/2020/04/treaty-of-westphalia.html


        Di dalam dunia hubungan internasional, ada perjanjian Westphalia yang cukup terkenal. Sejarah perjanjian Westphalia sendiri cukup panjang untuk dibahas, dimulai saat Eropa berada di masa kelam yang mana pada saat itu diisi oleh banyak perang. Perjanjian ini muncul sebagai awal dari lahirnya pendamai bagi kaum-kaum yang sudah lama hingga berpuluh-puluh tahun terlibat dalam perang. Tidak hanya itu, perjanjian ini juga sebagai tanda perang antara Katolik dan Prostestan di Eropa berakhir setelah berlangsung selama 30 tahun. 

Sejarah Awal

Sebelum muncul perjanjian Westphalia, berbagai konflik melanda Eropa yang melibatkan banyak kekuatan besar pada masa itu. Konflik itu awalnya dipicu oleh sebuah upaya pembunuhan Raja Bohemia yang pada akhirnya menjadi Kaisar Romawi Suci, Ferdinand II. Dimana setelah menjabat jabatan tersebut, Ferdinand II menerapkan berbagai nilai Katolik di semua penjuru kerajaan. Hal itu tentunya membuat kaum Protestan memberontak sehingga membawa ke dalam pergolakan perang. 

Perang antara dua agama itu berhasil menghancurkan sebagian besar wilayah Eropa. Jerman adalah bagian yang paling parah. Di wilayah Jerman, kelompok-kelompok bersenjata yang tidak mendapatkan upah menghancurkan dan menjarah kota-kota dan desa serta pertanian yang menyebabkan korban tewas banyak berjatuhan. Tidak hanya itu, wabah penyakit dan kelaparan pun melanda. Maka dari itu, muncullah perjanjian Westphalia yang membawa Eropa keluar dari masa kelamnya. 

Tatanan hirarki yang tidak jelas adalah dasar otoritas politik yang dimiliki berbagai organisasi di abad pertengahan di Eropa. Westphalia membentuk konsep yang legal mengenai kedaulatan yang mana artinya para penguasa ataupun berbagai kedaulatan yang sah tidak bisa memiliki kedudukan sama yang secara internal di dalam batas-batas kedaulatan yang wilayahnya sama. Perjanjian Westphalia ini kemudian menjadi titik awal pengembangan sistem negara yang modern. 


Perkembangan Perjanjian Westphalia

Dalam sejarah perjanjian Westphalia juga mengakui kedaulatan Belanda serta Konfederasi Swiss secara resmi pada masa itu. Bahkan perjanjian ini juga meneguhkan berbagai perubahan di peta politik dunia. Tidak hanya itu, perjanjian ini mengakhiri upaya dalam menegakkan imperium Romawi Suci. Berbagai hubungan antar negara dilepaskan dari persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kegerejaan. 

Setelah perjanjian Westphalia muncul, susunan masyarakat di dunia internasional baru didasarkan atas berbagai negara nasional serta tidak lagi berdasar pada kerajaan-kerajaan. Konsekuensi dari adanya perjanjian ini, Kekaisaran Romawi Suci menjadi mengalami perpecahan. Dimana setelah itu Swedia mengambil alih kendali di wilayah Baltik, kemudian kemerdekaan Belanda diakui penuh serta Perancis yang muncul sebagai kekuatan yang baru. Namun perjanjian Westphalia tidak langsung membuat peperangan di Eropa menjadi terhenti. Hal itu karena Spanyol dan Perancis terus berkonflik hingga belasan tahun lamanya. Konflik antara Spanyol dan Perancis mulai reda ketika muncul Traktat Pyrenees di tahun 1659. 

Hubungan Internasional Dalam Perjanjian Westplhalia 

Perjanjian Westphalia ini membuat dan membawa banyak perubahan di dalam bentuk negara modern seperti tumbuhnya representative, revolusi industri yang timbul, adanya perkembangan hukum di dunia internasional, adanya saling ketergantungan antar negara di dalam bidang ekonomi dan masih banyak yang lain. perjanjian ini juga mendukung bangkitnya negara-bangsa institusionalisasi pada diplomasi serta tentara. Lewat kolonialisme, sistem ini disebarkan ke Amerika, Asia, dan Afrika. Dengan munculnya negara-bangsa yang menjadi aktor dominan setiap perilaku politik hubungan internasional, maka konsepsi tatanan sistem negara ini digunakan selama 3 abad. 

Faktor Yang Menjadi Sistem Negara

Ada cukup banyak faktor yang memiliki kaitan erat serta tidak terpisahkan dari sistem negara ini, dimana kemudian membuat negara-bangsa menjadi dominan aktor. Beberapa faktor tersebut adalah:

Nasionalisme

Keadulatan Nasional

Kekuatan Nasional

Nah itulah sejarah perjanjian Westphalia secara singkat yang tidak hanya mampu mengakhiri konflik antara Katolik dan Protestan selama 30 tahun, namun juga membawa sistem internasional baru. Dengan adanya perjanjian ini, perang atau konflik antar negara atau agama dapat dihindari. Bahkan hubungan antar negara yang mengenai persoalan agama dapat dilepaskan sehingga menghindari konflik yang sama seperti yang terjadi pada agama Katolik dan Protestan. Nah demikian pembahasan mengenai sejarah Westphalia di artikel ini. Semoga bermanfaat!


Hubunganinternasional.com
Hubunganinternasional.com Website yang Berisi tentang informasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuan hubungan internasional, isu internasional, dan sharing knowledge segala hal yang berhubungan dengan Hubungan Internasional. Fokus utama website ini adalah pembahasan mengenai (Diplomasi, Diplomasi Publik, Gastrodiplomasi, Diaspora, Magang dan Kerja di INGO tetapi tidak menutup kemungkinan fokus hubungan internasional lain juga dapat dibahas pada website ini) Kami juga menerima tulisan atau Opini dari kalian dan apabila ada yang ingin menjadi Kontributor untuk website ini, Silahkan menghubungi admin website ini. Terimakasih

Posting Komentar untuk "Sejarah Perjanjian Westphalia dalam Hubungan Internasional"